Menulislah... Jadikan Passion Dalam Hidupmu
MENULISAH... JADIKAN PASSION DALAM HIDUPMU
Resume ke-2
Para pembaca budiman,
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Shallom, Om swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan, Rahayu.
Pada materi kedua KBMN PGRI ke-28 yang dilaksakan Rabu malam, 11 Januari 2023 mulai jam 19.30-21.30 disampaikan oleh Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd., yang akran dipanggil Bunda Ratu Kanjeng. Beliau dikenal public sebagai Ratu Antologi, penulis/blogger, motivator dan Founder PMA Literasi Istikamah. Beliau juga menjabat sebagai pengurus PGRI Surakarta, Jawa Tengah.
Didampingi oleh seorang moderator handal, Arema punya, yaitu Ibu Widya Setyaningsih, S.Ag. menjadikan suasana malam semakin hidup. Terbukti beliau berdua sudah menjadi soelmate, dari tampilan foto belian di WA grup.
Bu Widya Arema membagi pertemuan menjadi 4 sesi, yaitu:
1. Pembukaan,
2. Pemaparan Materi melalui char WA grup,
3. Tanya Jawab, dan
4. Penutup
Pengertian Menulis
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menulis berasal dari kata dasar tulis yang diartikan membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena. Pengertian lainnya menerangkan bahwa menulis yaitu melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan (verba).
Dari pengertian tersebut dapat digaris bawahi menulis merupakan suatu kegiatan menghasilkan kumpulan huruf atau angka dan sebagainya hingga menjadi tulisan utuh yang dapat dibaca yang berasal dari pikiran dan perasaan melalui sebuah media. Seiring perkembangannya, media yang digunakan untuk menulis tidak hanya pena dan kertas (buku) saja, tetapi saat ini dapat kita jumpai media elektronik yang lebih dominan digunakan karena memudahkan penulis.
Pengertian Passion
Menurut Thesman dan Ardianti, terdapat tiga cara untuk membedakan orang yang memiliki dan tidak memiliki passion, antara lain.
1. Memilliki ambisi untuk menciptakan suatu hal yang penting serta berarti dalam hidup seseorang.
2. Orang yang memiliki passion, memiliki kecintaan terhadap bidang-bidang usaha yang digeluti.
3. Memiliki energi maupun daya untuk mewujudkan idenya.
Jenis Passion
Passion terbagi ke dalam dua jenis, yaitu:
• Passion Harmoni
Passion harmoni merupakan dorongan seseorang dari dalam dirinya untuk melakukan
hal yang disukai dan menjalaninya dengan rasa cinta. Contohnya, saat
pekerjaanmu saat ini berhubungan dengan hobimu. Misalnya, kamu senang memotret
dan pekerjaanmu saat ini yaitu sebagai seorang fotografer. Tentunya passion
harmoni bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia.
• Passion Obsesi
Passion obsesi merupakan dorongan seseorang dari faktor luar yang membuat
seseorang menjadi terpaksa melakukan sesuatu walaupun sebenarnya kurang
disukai. Dampaknya, kinerja menjadi tidak maksimal karena tidak dijalankan
sepenuh hati. Contohnya, saat kamu dipaksa mengerjakan sesuatu oleh atasanmu,
namun kamu tidak bisa melakukannya. Sehingga, mau tidak mau kamu tetap
memaksakan diri untuk melakukannya.
Perbedaan Passion dan Hobi
Walau terlintas mirip, sebenarnya passion dan hobi berbeda, lho. Biasanya, hobi dilakukan oleh seseorang untuk mengisi waktu luangnya yang sifatnya santai dan menghilangkan rasa jenuh.
Berbeda dengan passion yang dilakukan penuh kesenangan. Hobi seseorang mudah berubah, sedangkan passion cenderung melekat dan tidak mudah berganti.
Lantas, apakah tidak hambatan/kendala dalam menulis??? Kendala dan hambatan dalam menulis pasti ada pada diri penulis. Bu Kanjeng menyampaikan kendala tersebut diantaranya:
1. Merasa tidak bakat menulis.
Apa motivasi dalam menulis? Beliau mengatakan karena jika kita dengan senang hati (ada motivasi) menulis maka pada hakekatnya bisa mengedukasi khususnya diri kita, umumnya semua bangsa di dunia untuk berliterasi, sehingga bisa mengamalkan hadis Nabi Muhammad SAW:
Pembaca budiman, untuk mewujudkan amanat hadits tersebut penulis sebelum menulis hendaknya melakukan persiapan menulis (writing preparation), di antaranya:
1. Menggali dan Menemukan Gagasan/Ide.
2. Menentukan Tujuan, Genre, dan Segmen Pembaca
3. Menentukan Topik
4. Membuat Outline
5. Mengumpulkan Bahan Materi / Buku
Sedangkan pada sesi tanya-jawab, diantaranya ada Ibu Christina Susi Handayani dari Bekasi, menanyakan tahapan dalam menulis puisi sampai pada proses penerbitannya. Dengan jawaban mendalam dan puitis, Ibu Kanjeng Ratu Antologi menjawabnya bisa berkolaborasi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk membuat panduan dan mengajak siswa menulis dengan tema yang mendidik. Setelah itu buku bisa dipamerkan saat wali murid mengambil rapot sebagai aksi nyata yang diperuntukkan mengisi perpustakaan
Selanjutnya, Teguh Wiyono dari Bekasi, bertanya: "Apakah menulis ini masih relevan ditengah gempuran youtube,tiktok, dan media yang bisa mengirim pesan yang lebih audiovisual?" Beliau menjawab dengan tegas: "Jangan risaukan hal tersebut, percayalah kegiatan literasi bisa dalam bentuk atau e-book. Untuk itu sering adakan lomba dan menghidupkan literasi disegala lini."
Sebenarnya masih banyak pertanyaan lainnya, tetapi dikarenakan waktunya tidak memadai dibahas melalui grup/japri.
Demikian resume yang dapat saya susun, semoga menambah motivasi menuju kesempurnaan penulisan bahkan penulisan buku pada tahap akhir KBMN nanti.
Terima kasih.
Wasaalamu'alaikum
Peresume
Moh. Ali Husni --- Trenggalek



Maaf... Baru bisa paste di grup
BalasHapusMantulll Pak
BalasHapus