Postingan

MEMBANGUN KOMUNIKASI SEHAT

Membangun Komunikasi Sehat Kenapa Banyak Masalah di Sekolah Sebenarnya Bisa Selesai… Kalau Guru dan Orang Tua Mau Bicara dengan Cara yang Benar?” Sebagai guru, saya semakin menyadari satu hal penting: banyak persoalan antara sekolah dan rumah sebenarnya tidak muncul karena anaknya bermasalah, tetapi karena komunikasinya yang salah arah. Ada yang salah paham, ada yang buru-buru menilai, ada yang hanya mendengar dari satu sisi, dan ada yang takut untuk bicara jujur. Padahal, komunikasi yang sehat antara guru dan orang tua justru menjadi jembatan utama untuk mendidik anak dengan cara yang selaras. Berikut adalah cara membangun komunikasi sehat yang selama ini paling efektif saya terapkan di kelas dan bersama orang tua murid: 1. Bicara dengan Tujuan, Jangan Dengan Emosi Saat menyampaikan kondisi anak, fokus pada tujuan mendidik, bukan menilai atau menghakimi. Orang tua akan lebih menerima jika guru memulai dengan: “Bu/Pak, saya ingin kita sama-sama bantu anak berkembang, ada hal kecil yang...

DARI THR KE BUKU TEKS

Naskah Pembina Upacara Judul : Dari Ketupat ke Buku Teks. Misi Besar Dimulai Kembali Assalamu’alaikum, Selamat pagi, dan salam semangat untuk kita semua! Anak-anakku sekalian, Judul kita hari ini cukup unik, “Dari Ketupat ke Buku Teks. Misi Besar Dimulai Kembali.” Mengapa judulnya demikian? Karena Bapak tahu bahwa transisi dari masa liburan ke hari sekolah bukanlah hal yang mudah. Minggu lalu, fokus kalian mungkin masih seputar, “Di rumah siapa opor ayam paling enak?” atau “THR saya sudah terkumpul berapa?” Namun hari ini, “menu” kita sudah berubah. Ketupat mungkin sudah habis, dan sekarang di hadapan kalian telah menunggu buku teks. Ini bukan berarti kesenangan berakhir. Justru, energi dari ketupat dan rendang yang kalian nikmati kemarin harus menjadi “bahan bakar” untuk membaca, menghitung, dan memahami pelajaran dengan lebih semangat. Sekolah bukan sekadar tempat duduk dan mendengarkan guru berbicara. Sekolah adalah sebuah misi besar, misi untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin,...

5 TINGKATAN NAFSU

Gambar
5 KEADAAN NAFSU DALAM AL-QURAN Setiap manusia memiliki nafsu. Nafsu bukan semuanya buruk, tetapi ia perlu dididik dan dikawal agar tidak membawa kita kepada dosa. Dalam Al-Quran, Allah menerangkan beberapa keadaan jiwa manusia yang menggambarkan perjalanan seseorang dalam mendidik dirinya menuju keredaan Allah. 1. Nafsu Ammarah   Iaitu nafsu yang sentiasa mendorong manusia kepada kejahatan dan maksiat. Nafsu ini suka mengikuti keinginan tanpa memikirkan halal atau haram. Allah berfirman:   "Sesungguhnya nafsu itu sentiasa menyuruh kepada kejahatan." (Surah Yusuf: 53) 2. Nafsu Lawwamah   Nafsu yang masih melakukan kesalahan, tetapi hatinya menyesal dan mencela diri sendiri selepas berbuat dosa. Ini tanda hati masih hidup dan masih ada kesedaran untuk kembali kepada Allah.   (Surah Al-Qiyamah: 2) 3. Nafsu Mulhamah   Nafsu yang mula mendapat ilham untuk membezakan antara kebaikan dan keburukan. Pada tahap ini seseorang mula beru...

Sedekah dan Jariyah

Sedekah adalah pemberian sukarela—baik harta, tenaga, maupun perbuatan baik seperti senyuman—kepada yang membutuhkan dengan ikhlas mencari rida Allah SWT. Hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), tidak terbatas jumlahnya, dan dapat menghapus dosa, menyucikan harta, serta melipatgandakan pahala.  1. Dalil Al-Qur'an QS. Al-Baqarah Ayat 261: Menjelaskan pelipatgandaan pahala sedekah, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji...". 2. Dalil Hadis Sedekah Tidak Mengurangi Harta: "Sedekah tidaklah mengurangi harta" (HR. Muslim). Tangan di Atas: "Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah" (HR. Bukhari dan Muslim). Poin Penting Mengenai Sedekah: Bentuk Sedekah: Tidak hanya uang, sedekah bisa berupa makanan, keterampilan, waktu, tenaga, atau senyuman. 1. Sedekah Materi (Uang, barang dll) 2. Non-Mat...

MEMBERIKAN ZAKAT PADA KYAI/GURU NGAJI ITU TIDAK BOLEH?

MEMBERIKAN ZAKAT PADA KYAI/GURU NGAJI ITU TIDAK BOLEH? Karena mereka bukan termasuk golongan delapan walaupun sabiilillah sebab yang dimaksud dengan sabilillah adalah orang-orang yang perang dengan cuma-cuma demi agama Allah, namun demikian terdapat pendapat mereka juga termasuk sabiilillah. والسابع سبيل الله تعالى وهو غاز ذكر متطوع بالجهاد فيعطى ولو غنيا إعانة له على الغزو اهل سبيل الله الغزاة المتطوعون بالجهاد وان كانوا اغنياء ويدخل في ذلك طلبة العلم الشرعي ورواد الحق وطلاب العدل ومقيموا الانصاف والوعظ والارشاد وناصر الدين الحنيف Dan diantara mustahiq zakat yang ke tujuh adalah Sabilillah, yaitu lelaki yang berjuang berperang secara cuma cuma atau suka rela demi agama Allah, maka ia berhak diberi meskipun ia kaya raya sebagai bantuan biaya perangnya. Dan termasuk dalam kategori Sabilillah adalah para pencari ilmu syari'i (santri) , pembela kebenaran/orang yang berjuang untuk kebenaran, pencari keadilan/ orang yang mempertahankan keadilan penegak kebenaran, pendakwah, pengajar, da...

FILOSOFI PASA

𝗙𝗶𝗹𝗼𝘀𝗼𝗳𝗶 𝗣𝗮𝘀𝗮 Secara etimologi, pasa berasal dari kata Sanskerta yaitu Upavāsa. Makna katanya:     Upa = dekat     Vāsa = tinggal / berdiam Sehingga Upavāsa berarti: Berdiam diri untuk mendekat kepada Yang Ilahi (Yang Maha Pencipta). Dalam perkembangannya dalam bahasa jawa menjadi Pasa. Sedangkan dalam tafsir maknawi Jawa, secara filosofis pasa dapat dimaknai dengan: “ngupaya lan ngreksa” yaitu berusaha sekaligus menjaga diri. Jika diuraikan: ngupaya: berusaha, berikhtiar ngreksa: menjaga, memelihara, melindungi Maka secara filosofis: Pasa = ngupaya lan ngreksa diri. Berusaha memperbaiki diri sekaligus menjaga diri. Karena sejatinya orang yang ber-pasa (puasa): berusaha menundukkan hawa nafsu, ngreksa lisan, ngreksa sikap tindak tanduk, ngreksa raga, lan ngreksa beninge ati lan batin. -Wong Jawa- Rabu Legi 18-02-2026 #puasa #ramadhan #filosofi #jawa #wongjawa

Doa Ke Tegal, Sawah

Bismillahi Maasyaaallah, Laa Quwwata illaa billaah