Postingan

ACARA PELEPASAN CALON JAMAAH HAJI

𝗨𝗥𝗨𝗧𝗔𝗡 𝗔𝗖𝗔𝗥𝗔 𝗣𝗘𝗟𝗘𝗣𝗔𝗦𝗔𝗡 𝗖𝗔𝗟𝗢𝗡 𝗝𝗔𝗠𝗔'𝗔𝗛 𝗛𝗔𝗝𝗜 (𝗗𝗶𝗹𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗗𝗼𝗮) 1. Iftitah al Majlis 2. Qira’atul Qur’an 3. Shalawat Haji 4. Kalimat al Wada’ 5. Do’a Safar 6. Adzan dan Iqamah 7. Mushafahah (bersalaman) 1. Iftitah al Majlis Ifitah al Majlis diisi dengan membaca surat Al Fatihan secara bersama-sama dengan dipandu oleh seorang kyai atau dipimpin langsung oleh pembawa acara. Sebelum fatihah dibaca petugas Iftitah memulainya dengan tawasul berikut: اَلْفَاتِحَةُ عَلَى أَنَّ اللّٰهَ يُسَهِّلُ الطَّرِيْقَ لِـ (sebut nama calon jamaah haji) وَيُقِلُّ التَّعْوِيْقَ وَيُيَسِّرُهُ فِي أَدَاءِ الْمَنَاسِكِ وَسَائِرِ الْعِبَادَاتِ وَيُبَلِّغُهُ إِلَى جَمِيْعِ الْآمَالِ وَالْمَقَاصِدِ وَيُقَدِّرُهُ الْعَوْدَ إِلَى أَهْلِهِ فِي صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ وَيَجْعَلُ حَجَّهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيَهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبَهُ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَأَنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُنَا جَمِيْعًا زِيَارَةَ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَِةِ فِي لُطْفٍ ...

DASAR HUKUM TALQIN MAYIT

Gambar
Dasar Hukum Talqin Kepada Mayat dilakukan Selama 7 Hari Mengutip dari buku yang berjudul hukum merawat jenazah karya Simbah KH Muhammad Hanif Muslih Mranggen (Putra dari KH Muslih Mranggen).  Wasiat Simbah KH Muslih Mranggen Kepada Anak dan Menantunya agar Mentalqin selama tujuh kali dalam seminggu bukan tanpa dasar.  Beliau (KH Hanif Muslih Mranggen) mendapati adanya beberapa dasar sebagai berikut: Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad (Az-Zuhd) dan Imam Abu Naim Al-Ishbihany dari Thowus. إِنَّ الْمَوْتَى يُفْتَنُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا وَكَانُوا يَسْتَحِبُّوْنَ أَنْ يُطْعِمُوْا عَنْهُمْ تِلْكَ الْأَيَّامَ "Orang-orang mati itu mendapatkan fitnah di kubur mereka selama satu minggu (7 hari), para ulama menyunahkan agar (keluarganya) membuatkan makan sebagai ganti mereka (untuk kemanfaatan mereka), selama hari-hari itu." Hadis Ubaid ibn Umair ra., diriwayatkan oleh Imam Ibnu Juraij dalam kitab Mushonnifnya: قَالَ يُفْتَنُ رَجُلَانِ ؛ مُؤْمِنٌ وَمُنَافِقُ، ف...

Cara Menghadiahkan Fida' Laailaha illalloh

Gambar
Cara Menghadiahkan Fida' Laailaha illalloh Fida' Laailaha illalloh atau dzikri Fida' ( 'ataqo ) merupakan dzikir penebusan, yaitu menebus kemerdekaan diri sendiri atau orang lain dari siksaan Allah SWT. Amalan zikir fida' Laailaha illalloh berupa pembacaan : لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا وَسِعَهُ عِلْمُ اللهِ  La ilaha illallahu muhammadur rasulullah fi kulli lamhatin wa nafasin 'adada ma wasi'ahu 'ilmullah. Dibaca Sebanyak 4 Kali Tujuan dzikir fida' Laailaha illalloh ini untuk membebaskan diri/mayit dari api neraka.  Lebih baik membacanya sambil memejamkan mata Faedah : Jika bacaan diatas dihadiahkan kepada mayit pahalanya seperti membaca ۷۲۰۰۰ x لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ ( Tujuh Puluh Dua Ribu) Cara menghadiahkan Fida Laailaha illalloh ini yaitu: اَللَّهُمَّ إِنَّ أَرْبَعًا مِنْ " لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا وَسِعَه...

Sholat Unsil qobri atau Shalat Hadiah untuk Jenazah.

Gambar
Tata Cara Sholat Unsil qobri atau Shalat Hadiah untuk Jenazah. Sholat Sunnah Unsil qobri atau Shalat Hadiah untuk Jenazah ini dikerjakan setelah jenazah baru saja dikebumikan. Waktu terbaiknya dilaksanakan bakda magrib /malam pertama setelah pemakaman, karena dapat meringankan beban jenazah di alam kuburnya. Shalat sunnah Unsil Qobri ini dikerjakan dua rakaat Niat shalat Unsil Qobri yaitu : : أُصَلي ِّ سُنَّةَلانس القبر رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى  Ushalli sunnatal liunsil qobri rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.   Artinya, “Aku menyengaja sholat sunnah li unsil qobri dua rakaat karena Allah SWT,”  Pada rakaat pertama dan kedua setelah membaca surat Al-Fatihah 1 kali, lalu membaca Ayat Kursi 1 kali, surat Attaktsur 1 kali, dan surat Al-ikhlash 10 kali. Setelah salam, lalu berdoa, اللَّهُمَّ إِنِّي صَلَّيْتُ هَذِهِ الصَّلَاةَ وَتَعْلَمُ مَا أُرِيدُ اللَّهُمَّ ابْعَثْ ثَوَابَهَا إِلَى قَبْرِ فُلَانِ ابْنِ فُلَانٍ   ‘Allahumma inni shallaitu hadzihis shala...

𝗨𝗥𝗨𝗧𝗔𝗡 𝗔𝗖𝗔𝗥𝗔 𝗣𝗘𝗟𝗘𝗣𝗔𝗦𝗔𝗡 𝗖𝗔𝗟𝗢𝗡 𝗝𝗔𝗠𝗔'𝗔𝗛 𝗛𝗔𝗝𝗜

Gambar
𝗨𝗥𝗨𝗧𝗔𝗡 𝗔𝗖𝗔𝗥𝗔 𝗣𝗘𝗟𝗘𝗣𝗔𝗦𝗔𝗡 𝗖𝗔𝗟𝗢𝗡 𝗝𝗔𝗠𝗔'𝗔𝗛 𝗛𝗔𝗝𝗜 (𝗗𝗶𝗹𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗗𝗼𝗮) 1. Iftitah al Majlis 2. Qira’atul Qur’an 3. Shalawat Haji 4. Kalimat al Wada’ 5. Do’a Safar 6. Adzan dan Iqamah 7. Mushafahah (bersalaman) 1. Iftitah al Majlis Ifitah al Majlis diisi dengan membaca surat Al Fatihan secara bersama-sama dengan dipandu oleh seorang kyai atau dipimpin langsung oleh pembawa acara. Sebelum fatihah dibaca petugas Iftitah memulainya dengan tawasul berikut: اَلْفَاتِحَةُ عَلَى أَنَّ اللّٰهَ يُسَهِّلُ الطَّرِيْقَ لِـ (sebut nama calon jamaah haji) وَيُقِلُّ التَّعْوِيْقَ وَيُيَسِّرُهُ فِي أَدَاءِ الْمَنَاسِكِ وَسَائِرِ الْعِبَادَاتِ وَيُبَلِّغُهُ إِلَى جَمِيْعِ الْآمَالِ وَالْمَقَاصِدِ وَيُقَدِّرُهُ الْعَوْدَ إِلَى أَهْلِهِ فِي صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ وَيَجْعَلُ حَجَّهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيَهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبَهُ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَأَنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُنَا جَمِيْعًا زِيَارَةَ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَِةِ...

Nama Orang Jawa

Nama orang jawa beserta arti.  Sutrisno : tercinta Rahayu : tentram, selamat Basuki : selamat, sukses Mulyono : mulia, berhasil Susilo  : sopan Suroso : perasa halus Sucipto : pencipta Suparno : sempurna Supriyanto : baik dan utama Sugeng : selamat Sugiyono : kaya akan kebaikan Sumarno : sederhana Sumardi : kuat dan sejahtera Suwandi : pilihan yang baik Supardi : sempurna dan kuat Sutopo : baik hati Suyanto : selamat dan kuat Suyitno : hidup baik Suyadi : selamat dan adil Sunarto : terang, bercahaya Sunardi : kuat dan terang Slamet : selamat Slameto : keselamatan Kuncoro : unggul, pemimpin Kurniawan : anugerah Haryanto : mulia dan baik Hadi : petunjuk Hardi : kuat Hartono : kaya Heru : pemberani Joko : pemuda Joko Susilo : pemuda yang berbudi Jatmiko : utama, luhur Jatmiko : orang bijak Darmawan : berbudi luhur Darsono : anak yang baik Daryono : bijaksana Darto : sederhana Dartojo : baik hati Kartono : kuat Kartiko : bintang Wibowo : berwibawa Widodo : selamat Widiyanto : beri...

MEMBANGUN KOMUNIKASI SEHAT

Membangun Komunikasi Sehat Kenapa Banyak Masalah di Sekolah Sebenarnya Bisa Selesai… Kalau Guru dan Orang Tua Mau Bicara dengan Cara yang Benar?” Sebagai guru, saya semakin menyadari satu hal penting: banyak persoalan antara sekolah dan rumah sebenarnya tidak muncul karena anaknya bermasalah, tetapi karena komunikasinya yang salah arah. Ada yang salah paham, ada yang buru-buru menilai, ada yang hanya mendengar dari satu sisi, dan ada yang takut untuk bicara jujur. Padahal, komunikasi yang sehat antara guru dan orang tua justru menjadi jembatan utama untuk mendidik anak dengan cara yang selaras. Berikut adalah cara membangun komunikasi sehat yang selama ini paling efektif saya terapkan di kelas dan bersama orang tua murid: 1. Bicara dengan Tujuan, Jangan Dengan Emosi Saat menyampaikan kondisi anak, fokus pada tujuan mendidik, bukan menilai atau menghakimi. Orang tua akan lebih menerima jika guru memulai dengan: “Bu/Pak, saya ingin kita sama-sama bantu anak berkembang, ada hal kecil yang...