PUASA ARAFAHKU KEPRIHATINANKU
Selasa sore, 27 Juni 2023 kusempatkan melirik jam yang ada di HP Oppo Reno 6. Ternyata waktu sudah merangkak mendekati jam 4 sore. Alhamdulillah sudah closing kegiatan Workshop Review KTSP dan KOM Tahun Pelajaran 2023/2024 di Matsanepat sebutan Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Trenggalek.
Bergegas aku kemas Laptop dan notebook. Ada dua (2) agenda lagi yang harus rampung sore ini. Pertama, monev koperasi dan yang kedua, mengambil piala kontes Ayam Pelung di rumah sahabatku. Sebut dia, Gus Ipul.
Padahal aku belum menyiapkan makan ternakku, Kambing Etawa, Burung Perkutut dan Ayam Pelung. Biasanya jam 4 sore sudah mulai memberi fooding mereka. Tidak lebih dari 30 menit kegiatan tersebut kelar juga.
Kupacu motor bututku, Supra V dengan kecepatan tinggi. Tepat pukul 16.45 kuinjakkan kaki di teras rumah. Kulihat anak pertamaku, Winsome, sudah beraktivitas di kandang memberi makan kambing-kambing piaraanku. Lega.... rasanya. Segera kuparkir sepeda di garasi sederhana.
Belum sempat kuberanjak dari parkiran, kudengar sayup suara memanggil dari dalam rumah. Suara yang tidak asing lagi, "Yah, cepat kemari", istriku memanggil. Sontak kucari suara itu, ternyata ia di kamar mandi. Berdetak keras, jantungku. Karena 2 hari lalu, istriku mengeluarkan darah seperti orang datang bulan. Padahal berdasarkan pemeriksaan medis, bidan menyatakan positif hamil dan sudah memasuki hitungan minggu kesebelas.
Sontak kudobrak pintu kamar mandi yang tak terkunci. "Astaghfirullah", ucapku spontan. Gumpalan darah hitam pekat hampir memenuhi separuh pelataran kamar mandi. Kurayuk istriku sambil berkata: "Sabar, Bu. Jangan takut. Tidak apa-apa". Kata-kata itu terucap untuk menguatkan mentalnya. Walaupun sebenarnya aku tahu kalau dia mengalami keguguran atau misscram.
Setelah dia tenang, aku mulai membilas gumpalan darah tersebut. Diantara gumpalan darah ada sepotong daging berwarna putih. "Ini pasti janinnya, Bu, sambil kutunjukkan kepadanya. "Kita harus ikhlas, semua itu titipan Allah SWT. Dia yang memberi dan Dia juga yang memintanya, ucapku dalam kepasrahan.
Malam harinya, setelah berbuka puasa Sunnah Tarwiyah dan Sholat Maghrib, kuajak periksa ke Bidan Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan Bidan, disarankan minta rujukan ke Puskesmas. Ditemani Bidan menuju RSUD dr Sudomo Trenggalek untuk mendapatkan tindakan medis.
Sesampainya di ruang bersalin, tepat pukul 23.30, langsung dibawa ke ruang Verlos Kamer (VK) yang biasa disebut dengan Kamar Bersalin. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien harus diambil tindakan berupa Kuret.
Kuret atau kuretase adalah prosedur untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Kuret biasanya diawali dengan dilatasi, yaitu tindakan untuk melebarkan leher rahim (serviks). Oleh karena itu, prosedur ini sering kali disebut dilatasi dan kuretase (dilation & curettage).
Kuret dapat dilakukan dengan metode pengikisan menggunakan alat berbahan logam, atau penyedotan (suction) menggunakan alat khusus. Dengan kedua metode tersebut, jaringan endometrium dalam rahim (uterus) akan dikeluarkan.
Persiapan kuretpun dilakukan, mulai dari puasa, pemberian obat melalui cairan infus untuk melebarkan leher rahim, merangsang dan meningkatkan kontraksi rahim. Masuk ruang bedah jam 12.45 dan keluar ruang bedah jam 13.45.
Setelah masuk ruang perawatan VIP, Nakula 2, perawat memberi tahu masa observasi pasca tindakan 5-6 jam.
Alhamdulillah, jam 8 malam sudah diijinkan pulang. Semoga lekas sembuh.
Good job,suamiku yang selalu siaga
BalasHapus