Bebas menerbitkan buku di penerbit indie
BEBAS MENERBITKAN BUKU DI PENERBIT INDI
“Jangan ragu terbitkan tulisan anda menjadi buku. Penerbit indie menerima semua jenis naskah.”
Salam Literasi...!
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Shallom, Om swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan, Rahayu.
Alhamdulillah, Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28 malam ini sudah memasuki sesi yang ke-23. Berarti tersisi 7 pertemuan lagi untuk mendapatkan sertifikat dan menerbitkan buku solo. Semoga Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa, berkenan mengabulkan permohonan dan do’a kita sehingga bisa mengikuti kegiatan ini sampai pertemuan ke-30. Aamiin.
Pertemuan dilaksanakan sama dengan mayoritas pelatihan sebelumnya, yaitu melalui chatt WA. Tema materi pada kesempatan ini " Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie oleh Narasumber kita yang keren Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd, dan didampingi moderator Ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd. yang akrab dengan sebutan NDY.
Om Ian adalah panggilan akrab Tim TSO, di usianya yang masih muda memiliki segudang prestasi dan karya. Puluhan tulisannya sudah dimuat di berbagai media cetak. Sebagian besar dimuat di Tabloid Bola, Harian Bola, Tabloid Soccer. Ada juga yang dimuat di Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Warta Kota, Media Indonesia, dan Majalah Hidup.
Untuk mengenal lebih dekat, kita bisa melihat profil narasumber kita malam ini di link:
Menerbitkan buku di penerbit indie atau independen dapat menjadi pilihan yang menarik jika kita ingin mengontrol proses penerbitan dan distribusi buku secara mandiri.
Mengapa?
Sedangkan di penerbit indie, kita dapat mengajukan secara individu atau kelompok dan mengontrol distribusi sesuai keinginan kita. Namun tetap mempersiapkan draft buku kita sebelum mengajukan diterbitkan d penerbit indie.
Materi malam ini disajikan agar kita memiliki pandangan/wawasan menerbitkan buku. Agar saat menjalani proses penerbitan buku tidak mengalami pengalaman kurang menyenangkan dan tidak menemui hambatan. Pada pelatihan ini kita sendiri yang menghubungi penerbitnya dan mengikuti panduan/ketentuan dari penerbit tersebut.
Bagi penulis pemula, ini merupakan pengalaman
pertama membuat buku. Maka kita harus memahami langkah-langkah menerbitkan buku
tersebut.
Kenapa Harus Memilih Penerbit Indie?
Penerbit mayor menerapkan seleksi naskah, sehingga belum tentu naskah kita diterima. Memang itu dilakukan agar penerbit mayor mendapat naskah yang benar-benar berkualitas dan diperkirakan akan laku dipasaran. Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang mencoba mengirim naskah ke beberapa penerbit hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Penolakan naskah menjadi makanan sehari-hari penulis. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.
Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut. Naskah pasti diterbitkan, proses penerbitan mudah dan cepat. Menerbitkan di penerbit mayor bisa lebih dari setahun prosesnya sedangkan di penerbit Indie dalam hitungan bulan saja sudah terbit. Bagi penulis pemula yang baru pertama kali akan menerbitkan buku, bisa dicoba mengawali di penerbit indie. Jika bukunya cepat terbit akan menjaga semangat menulis.
Tentu kita perlu tantangan lagi dalam menulis. Akan ada waktunya kita perlu merasa upgrade jika sudah sering menerbitkan di penerbit indie. Barulah penerbit mayor tepat untuk penulis yang ingin upgrade. Beruntung di KBMN PGRI kita juga punya narasumber Prof. Eko Indrajit yang bisa membantu kita untuk tembus ke penerbit Mayor yaitu Penerbit Andi. Jadi, antara penerbit Indie dan mayor bisa saling mendukung bagi para penulis
Ciri-Ciri Penerbit Indie
Bagi penulis pemula tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. Memang kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya-biaya untuk mendapat fasilitas penerbitan, atau jika ingin cetak ulang. Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.
Pemateri mencontohkan bahwa beliau sudah 3 kali menerbitkan buku solo dan semuanya di penerbit Indie.
1. Buku Pertama: Buku Blog Untuk Guru Era 4.0
2. Buku Kedua: Aksi Literasi Guru Masa Kini
3. Buku Ketiga: Menerjang Tantangan Menulis Setiap Hari
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie:
● Biaya penerbitan
● Fasilitas penerbitan yang di dapat penulis
● Batas maksimal jumlah halaman
● Ketentuan dan Biaya cetak ulang
● Apakah dapat Master PDF
● Jumlah buku yang didapat penulis
Narasumber juga menyampaikan bahwa sejak bulan Juli 2020, beliau sudah membantu peserta KBM dalam menghubungkan dan memilih penerbit yang sudah terpercaya dan terjamin kualitasnya. Hal ini beliau lakukan agar kita tidak merasa sendirian dalam proses penerbitan buku dan bisa menjawab berbagai pertanyaan seputar proses penerbitan. Sehingga kita merasa tenang bahwa buku pasti akan terbit.
Hambatan yang dialami peserta KBMN dalam menerbitkan buku yaitu:
Melihat kasus-kasus tersebut maka narasumber akan membantu kita memilihkan penerbit yang sudah terpercaya dengan harga terjangkau dan mengawal sampai naskah terbit menjadi buku.
Keunggulan Penerbit Indie:
Jadi jangan minta ada deadline kapan buku harus terbit. Misalkan karena untuk kenaikan pangkat, buku diminta agar terbit secepatnya. Kita perhitungkan waktu proses penerbitan sampai 3 bulan jika ISBN, Karena ISBN sekarang prosesnya ketat
Jadi untuk proses penerbitan buku solo melalui kegiatan KBMN ini adalah
1. Membuat draft buku siap cetak termasuk prakata, daftar isi, profil penulis dibuat oleh penulis (File word sesuai dengan format dari penerbit)
3. Menghubungi Pak Ian atau penerbit pilihan untuk membuat kesepakatan2 dalam penerbitan buku
5. Melaporkan kepada TSO atas penerbitan buku solo dengan cara isi form bukti buku terbit
Sebenarnya ketika mendengar atau membaca bahwa guru bisa mencetak buku solo, hanya saja kemauan dan tekad kuat sajalah yang harus dimiliki oleh guru untuk mewujudkannya. Penulis resume sendiri berupaya semaksimal mungkin agar bisa lulus KBMN 28.
Semoga resume ini bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan bagi pembaca pada umumnya. Aamiin.
Wassalamu’alaikum
Penulis,
Moh. Ali Husni – Trenggalek.





Komentar
Posting Komentar