Writer's Block??? Ndak lagi Aahhh...

 ATASI WRITER'S BLOCK DENGAN FREE WRITING

Resume           : ke-7

Gelombang     : 28
Hari/ Tanggal: Jumat, 20 Januari 2023
Tema                : Mengatasi Writer's Block
Narasumber   : Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr
Moderator       : Raliyanti, S.Sos., M.Pd.

Para pembaca budiman.

Salam Literasi!!!

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Shallom, Om swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan, Rahayu. 

Alhamdulillah, malam ini sudah memasuki pelatihan KBMN hari ketujuh bertepatan dengan Hari Senin tanggal 23 Januari 2023. Malam ini terjadi duet antara Moderator kita, Ibu Raliyanti, S.Pd., M.Pd. -salah satu penulis yang hebat yang sukses menerbitkan 2 buku solo dan 17 judul buku antologi yg saya miliki baik fiksi mau pun nonfiksi- dan Narasumber Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr., -seorang guru berprestasi dan sangat menginspirasi.

Profil narasumber kita malam ini bisa dilihat di link di bawah ini:

https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html?m=1

Narasumber juga mempunyai akun di Kompasiana dan Blogspot.

Kompasiana Ditta : https://www.kompasiana.com/ditta13718

Blogspot Ditta : https://dittawidyautami.blogspot.com

Ibu Narasumber memiliki hobi menulis dimulai sejak SD sampai SMA dalam buku diary. Bahkan ketika di Perguruan Tinggi, pada tahun 2009-2010 beliau bersama teman-teman kuliah menulis proposal dan berhasil mendapat dana hibah untuk asosiasi profesi dari Dikti sebesar 40 juta. Walaupun pernah vakum dari aktifitas menulis ketika mengajar di boarding school , akhirnya pada masa pandemi mengikuti kelas menulis bersama PGRI angkatan ke-7. Berkat pelatihan tersebut akhirnya beliau aktif menjadi penulis di blog, bahkan berkesempatan menulis bersama Prof. Ekoji dan menjadi  salah satu dari 9 orang (angkatan pertama tantangan Prof. Ekoji) yang bukunya terbit di penerbit mayor.

Writer's Block

Berlatar belakang dari certita di atas lalu beliau mengaitkannya dengan writer's block. Pertama, mengajak kita menyamakan persepsi bahwa aktivitas menulis itu maknanya luas. Menulis adalah kata kerja yang hasilnya bisa sangat beragam. Tidak hanya novelis, cerpenis, jurnalis atau blogger, namun ada juga copywriter yg tulisannya mengajak orang untuk membeli produk, ada content writer yang bertugas membuat tulisan profesional di website, ada script writer penulis naskah film/sinetron, ada ghost writer, techincal writer, hingga UX writer, dll.

Faktanya, penulis-penulis tersebut masih bisa terserang virus WB alias Writer's Block. Tak peduli tua atau muda, profesional atau belum, WB bisa menyerang siapa pun yang masuk dalam dunia kepenulisan. Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali WB dan cara mengatasinya. Karena WB ini bisa menjangkit dalam hitungan detik, menit, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan. Tergantung seberapa cepat kita menyadari dan mengatasinya. Sederhananya, WB adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis. Tak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya.

Istilah writer's block sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940an. Diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis di Amerika. Sederhananya, WB adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis. Tak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya.



Berkaca dari pengalaman, WB ini bisa terjadi berulang. Me-reinfeksi kita sebagai penulis. Itulah mengapa saya katakan WB ini sebagai "virus" yang sesekali bisa aktif bila kondisinya memungkinkan. Ibarat penyakit, tentu akan lebih mudah disembuhkan bila kita mengetahui faktor penyebabnya, begitu juga dengan WB. Agar bisa terhindar atau segera terlepas dari WB, maka kita perlu mengenali penyebabnya.


Beberapa hal yang dapat mengakibatkan WB:

1. Mencoba metode/topik baru dalam menulis

Contoh:

“Ada orang yang senang menulis cerpen atau puisi. Kemudian tiba-tiba harus menulis KTI yang tentu saja memiliki struktur dan metode penulisan yang berbeda. Bila tak lekas beradaptasi, bisa jadi kita alah terserang WB."

2. Stres. Stres diartikan sebagai ketegangan, tekanan, tekanan batin, tegangan dan konflik.

3. Lelah fisik/mental akibat aktivitas harian yang padat juga dapat memicu stress. Maka, mencoba hal baru dalam menulis bisa jadi alternatif solusi. Mempelajari hal-hal baru yang berbeda dengan sebelumnya pasti menyenangkan. Terkadang rehat sejenak dan melakukan hal yang disukai untuk refreshing. Membaca buku-buku ringan untuk cemilan otak juga bisa jadi solusi mengatasi WB. Biar bagaimanapun, WB bisa terjadi karena kita belum bisa mengekspresikan ide dalam bentuk kata.

4. Terlalu perfeksionis.

Kadang kita terlalu perfeksionis, terlalu memikirkan apakah tulisan saya sudah sesuai kaidah atau belum, niscaya diary berbahasa Inggris itu tidak akan pernah rampung. Kondisi menulis dimana kita tidak memikirkan salah eja, salah ketik, koherensi dan sebagainya ternyata dalam dunia psikologi dikenal dengan istilah free writing atau menulis bebas.

Jadi, jangan khawatir tulisan kita tidak bagus dan tidak dibaca; jangan Khawatir dinyinyir orang; Jangan khawatir dikritik ahli.

Chat  beliau dalam mengakhiri penyampaian materi: “Yuk, dicoba menulis bebas untuk mengatasi salah satu penyebab WB. Bukankah tulisan yang buruk jauh lebih baik daripada tulisan yang tidak selesai?”

Pada sesi Tanya jawab, ada penanya yang kebingungan dan mengalami WB saat mengikuti tiga pelatihan sekaligus, yaitu pelatihan KBMN 28, tapi juga minat dengan tantangan Prof. Ekoji, dan juga program dari pak Dail. Narasumber menyarankan agar membuat skala prioritas dan istiqomah dengan jadwal yang dibuat. Pandai mengatur waktu mood untuk menulis.

Ketika menjawab pertanyaan dari P Agung, Jakarta terkait dengan rendahnya pembaca tulisannya, Ibu Ditta justru meminta penanya untuk merekonstruksi niatnya dalam menulis. Menulis haruas sesuai kemampuan kita. Kalau menulis agar bisa dibaca banyak orang, kita bisa mengikuti kelas menulis freelance seperti ghost writer, content writer, dll

Untuk menjadi penulis sukses tentu harus disiapkan mental. Menulis dengan teknik free writing bisa mengatasi masalah Writer’s Block/Macet ide.

CLOSING STATEMENT :

"It doesn't matter how brilliant is your brain. If u do not speak up, it would be zero."

Mari, tuangkan dan sampaikan ide ide kita, pemikiran pemikiran kita, perasaan perasaan kita agar menjadi lebih bermakna.

Semoga kiat-kiat jitu di atas mampu menjadi bahan untuk mengatasi kesulitan dalam menulis. Aamiin…

Salam Literasi

Peresume

 

Moh. Ali Husni-Trenggalek

 

Komentar

  1. Keren resumenya pak👍👍
    Mampir ke blog sy 🙏😊

    BalasHapus
  2. salam literasi kembali
    resmunenya keren pk

    BalasHapus
  3. Mantap macam penulis pro

    https://yamin19710813.blogspot.com/2023/01/mengatasi-writers-block-pertemuan-ke-7.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih belajaran, bapak
      Ok, Siap gantian mampir di blog

      Hapus
  4. Balasan
    1. Makasih bu Lilik. Berusaha kejar semangat kayak pjngn

      Hapus
  5. Pak Ali mah udah tau ya apa arti WB? Keren tulisan Bapak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barusan tahu, ibu
      Terimakasih sdh berkenan berbagi komentar

      Hapus
  6. Makasih, Bu Deasy
    Siap gantian mampir di blog

    BalasHapus
  7. Berarti sama seperti saya ya ..pernah terjangkiti virus ini

    BalasHapus
  8. siip. penjelasan jelas.👍👍👍

    BalasHapus
  9. Mantap Pak, minta tolong lirik dan komen https://notshka.blogspot.com/2023/01/ulala.html

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Latihan Asking for Attention and Showing Attention

PERBEDAAN RUKUN QOLBI, QOULI DAN FI'LI

WALIMATUL AQIQAH