Ayooo... Galilah Potensimu, Raihlah Prestasimu
AYOOO... GALI POTENSI UKIR PRESTASI
Resume : Ke-3,
Salam Literasi!!!
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Shallom, Om swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan, Rahayu.
Profil Narasumber:
Penulis
memulai karir sebagai blogger penulis pemula, melangkah menjadi moderator,
narasumber, kurator, sekarang sedang belajar menjadi editor dari
naskah peserta kelas belajar menulis Omjay dan naskah teman-teman guru
lainnya. Penulis telah melahirkan 56 buku Antologi; penulis aktif pada 15
komunitas menulis dan meraih juara pelbagai lomba. Adapun profil selengkapnya
bisa di simak pada link:
https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/intip-profilku-yuks.html.
Pemaparan Materi: Gali Potensi Raih Prestasi
Ibu Arofiah Afifi, S.Pd (moderator KBMN Gel 28 hari ketiga menyampaikan sebuah kutipan: “Menulis adalah suatu cara untuk berbicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang." (Seno Gumira Ajidarma). Dengan demikian, menurut beliau, menulis adalah suatu cara menampilkan potensi dan prestasi.
Ibu moderator memantik, bahwa seringkali kita sangsi dengan kemampuan sendiri dalam menulis, merasa apriori dengan bakat dan potensi diri, Insecure dengan karya tulis sendiri.
Selanjutnya, moderator membagi pertemuan seperti biasa kedalam dua sesi:
1. Sesi materi.
Sebelum materi, moderator menyampaikan beberapa pantuan, yaitu:
Badan kekar umurnya tua
Bibir dikulum wajahnya cerah
Duduk di meja sambil makan
Ada Bu Ovi menulis pantun
Setelah Narasumber disilahkan, langsung menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Omjay selaku founder KBMN, yang masih memberikan kesempatan kepada beliau untuk berbagi sedikit pengalaman yang dimiliki. Beliau bahkan menanyakan apa motivasi peserta mengikuti KBMN 28?
Alasan peserta rata-rata kepingin bisa menulis dengan baik dan menyetak buku. Kalu kita simpulkan bahwa keseluruhan peserta KBMN sama, yaitu: belajar menimba ilmu, hingga akhirnya bisa menulis dan menyetak buku.
Lanjutnya, setiap manusia diberikan kesempatan yang sama untuk menggali segala potensi yang dimiliki untuk meraih prestasi. Beliau mencontohkan: “saya suka menulis maka saya menekuni dunia tulis. Saya menulis dari apa yang saya sukai, apa yang kita alami, atau apa yang kita kuasai. Sebenarnya kita bisa menulis puisi, pantun, cerpen, novel, atau kisah inspiratif yang bisa menginspirasi negeri".
Namun, untuk penulis pemula banyak sekali kendala untuk memulai tulisan karena takut tulisan jelek, takut dibuli, tidak percaya diri, takut tulisan tidak sempurna, dan keraguan dalam mempublikasi tulisan sehingga tulisannya hanya disimpan di dalam draf dan membiarkan ide itu menguap hingga berlalu begitu saja.
Perjuangan beliau yang belum lulus ketika pertama kali bergabung di gelombang 8 dan tidak lulus, memacu untuk mengulang kelas dan lulus di Gelombang 12. Sungguh semangat yang luar biasa!!!
Akhirnya, terbitlah buku antologi pertama dengan judul "Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng" bersama penulis se-Indonesia dengan biaya patungan. “Buku adalah mahkota seorang penulis”, ujarnya. Selanjutnya mimpinya buku solo terwujud menjadi buku pertama terbit dan keliling Indonesia karena banyak peserta yang memesan buku itu untuk dijadikan panduan membuat buku hasil resume.
Buku solo pertama berjudul “MENGUKIR MIMPI JADI PENULIS HEBAT” terbit Agustus 2020.
Selanjutnya beliau mengabdikan diri menjadi Tim Solid Omjay dan bertugas menjadi moderator di kelas belajar menulis dan kelas belajar bicara sehingga terbit buku solo kedua yang berjudul “KUNCI SUKSES MENJADI MODERTOR ONLINE”
Beliau juga mengasah keterampilan menulis dengan mengikuti tantangan menulis satu minggu bersama Prof. Eko Indrajit, alhamdulillah naskah saya lolos seleksi penerbit mayor dan bisa mejeng di Gramedia. Kita juga disilahkan untuk mengakses link e-booksnya secara gratis di:
https://play.google.com/store/books/details/AAM_NURHASANAH_S_Pd_Parenting_4_0?id=5kkzEAAAQBAJ
Tidak hanya puas di situ, beliau juga mengikuti Lomba Blog. Awalnya saya masuk 10 besar saja dan mendapatkan hadiah webcam. Namun tidak patah semangat, beliau kembali mengikuti lomba blog PGRI dan akhirnya meraih juara 1 pada bulan Maret 2021.
Buku solo yang ketiga akhirnya lahir dan berkisah tentang bagaimana penulis konsisten menulis selama 28 hari tanpa jeda yang di isinya berharap bisa memberikan inspirasi melalui tulisan.
Berkahpun semakin melimpah. Usai mengikuti kelas BM 12, beliau mendapat tawaran dari Bunda Kanjeng menjadi kurator atau penanggung jawab buku. Hampir setiap angkatan KBMN, melahirkan buku antologi bersama Bu Kanjeng dimana beliau menjadi kuratornya.
Setelah mengedit novel Juminah dengan tebal 300 halaman, beliau kembali diberi tantangan menjadi editor oleh Bunda Kanjeng. Hingga akhirnya beliau bisa membantu para alumni KBMN untuk melahirkan buku pertamanya, seperti Pak Dail, Bu Raliyanti, Ustazah Mutmainah, Ustazah Ovi, dan yang lainnya.
Awal 2022, lahirlah buku solo ke-4 yang berjudul RAJIN MENULIS BERBUAH MANIS
Sesi Tanya Jawab
Pertanyaan dari Ibu Wahyuning, Jakarta tentang bagaimana caranya agar bisa menerbitkan buku hingga 56 dalam setahun, bahkan bisa menerbitkan 1 buku dalam seminggu?
Beliau menjawab dengan cara cepat menulis buku adalah dengan ikut nubar (nulis bareng) buku antologi atau bahkan bisa japri Bunda Kanjeng Ratu Antologi. Sedangkan untuk menulis 1 minggu, 1 hari kita tulis 10 halaman A4, 5 hari 50 halaman jika dibuat A5 jadi 100 halaman. Sisanya 2 hari untuk edit dan layout kawatir ada yang salah ketik. Kemudian kirim ke penerbit mayor.
Pertanyaan selanjutnya dari Ibu Nurmiati, Temanggung yang menanyakan kunci utama agar bisa menjadi penulis produktif dan tips khusus dalam menulis. Beliau menjelaskab bahwa kunci utama produktif menulis adalah dengan membuat niat dan motivasi diri yaitu ingin menulis seribu buku. Kita bisa memilih tokoh panutan untuk memompa semangat kita. Beliau menjadikan Omjay sebagai inspirator (pemberi ide tulisan) dan Bunda Kanjeng sebagai motivator (pemberi semangat). Jika semangat hampir padam, diingatkan kembali oleh niat awal kita ingin berbagi melalui tulisan.
Rasanya banyak sekali hal yang bisa kita petik dari sebagian resume pertemuan ke-3 gelombang 28 Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI, semoga menjadi penambah power sehingga mampu mengikuti jejak sang pendahulu. Aamiin
Salam Literasi !!!
Peresume
Moh. Ali Husni, SS





Alhamdulillah, masih mampu menyelesaikan resume 3
BalasHapusMaaf kelupaan, baru tempel hari ini
BalasHapus